Doa qunut witir
Doa qunut tarawih setelah witir
dibaca ketika memasuki pertengahan bulan ramadhan yaitu tanggal 15
ramadhan hingga akhir ramadhan. Adapun hukum qunut witir pada sholat
tarawih adalah sunnah, namun para ulama berbeda pendapat tentang waktu
disyariatkannya pada shalat witir. Ada yang berpendapat sepanjang tahun,
selama bulan Ramadhan, dan pada sejak pertengahan Ramadhan sampai
akhir.
Ringkasnya, bahwa di bulan
Ramadhan pada shalat tarawihnya dianjurkan untuk berqunut pada witirnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ubay bin
Ka’ab, bahwasanya Rasulullah SAW shalat witir lalu qunut sebelum Ruku’.
(Dihassankan Syaikh Al-Albani)
![]() |
| Ilustrasi: Sholat Witir Berjama'ah di Pertengahan Ramadhan |
Disebutkan oleh
Al-Tirmidzi, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajari
Al-Hasan Radhiyallahu 'Anhu doa dalam qunut. Dan diriwayarkan pula oleh
Al-Tirmidzi dan Ahmad serta yang lainnya, Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu
'Anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajariku
beberapa kalimat yang aku baca dalam qunut witir:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي
شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ إِنَّهُ لَا
يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Artinya :
“Ya Allah berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku keafiatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri keafiatan. Lindungi aku bersama orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berkahilah aku dalam apa yang Engkau telah berikan kepadaku. Selamatkanlah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menetapkannya dan tidak lah Engkau dikenai ketetapan itu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang Engkau cintai. Maha suci dan Mahatinggi Engkau, Wahai Rabb kami.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasai, dan Ibnu Majah. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 426)
Membaca doa qunut witir setelah tarawih di pertengahan ramadhan juga
merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan di zaman Umar bin Khatab.
Qunut ini dilakukan ketika i'tidal atau setelah berdiri dari rukuk.
Abdurrahman bin Abdul Qori menceritakan kebiasaan shalat jamaah tarawih
di zaman Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, mereka qunut dengan membaca
doa laknat untuk setiap orang kafir setelah memasuki paruh Ramadhan.
Berikut adalah Bacaan Doa Qunut Witir yang dibaca ketika zaman Umar Bin Khatab
اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ
وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَلَا يُؤْمِنُونَ بِوَعْدِكَ، وَخَالِفْ بَيْنَ
كَلِمَتِهِمْ، وَأَلْقِ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ، وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ
رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ، إِلَهَ الْحَقِّ
Artinya :
Ya Alllah, binasakanlah orang-orang kafir yang menghalangi manusia dari jalan-Mu, mereka mendustakan para rasul-Mu, dan tidak beriman dengan janji-Mu. Cerai-beraikan persatuan mereka dan timpakanlah rasa takut di hati mereka, serta timpakanlah siksaan dan azab-Mu pada mereka, wahai sesembahan yang haq.
Setelah membaca doa di atas, kemudian
mereka bersalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdoa
untuk kebaikan kaum muslimin semampunya, kemudian memohon ampunan untuk
kaum mukminin.
Kemudian dilanjutkan membaca :
اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ
نَسْعَى وَنَحْفِدُ، وَنَرْجُو رَحْمَتَكَ رَبَّنَا، وَنَخَافُ عَذَابَكَ
الْجِدَّ، إِنَّ عَذَابَكَ لِمَنْ عَادَيْتَ مُلْحِقٌ
Artinya :
Ya Allah, kami menyembah hanya kepada-Mu, hanya kepada-Mu kami shalat dan sujud, hanya untuk-Mu kami berusaha dan beramal, dan kami memohon rahmat-Mu, wahai Rabb kami. Kami pun takut kepada azab-Mu yang pedih. Sesungguhnya azab-Mu ditimpakan kepada orang yang Engkau musuhi.
Setelah selesai membaca doa di atas,
kemudian mereka bertakbir dan turun sujud. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam
Shahih-nya no. 1100; dikatakan pen-tahqiq-nya, “Sanadnya shahih.”)

Comments
Post a Comment